Selamat datang di Rumah Yogurt!
Perkenalkan saya, Aditya, dan isteri, Tarie. Pemilik dan pengelola Rumah Yogurt – Home to Délicieux Homemade French Yogurt. Sebuah usaha rumahan yang memproduksi yogurt ala Perancis.
Usaha kami berawal dari pertemuan saya dengan Tarie di Bandung, yang kemudian berlanjut menjadi lebih dari sekedar teman. Dari pertemuan-pertemuan berikutnya kami menemukan bahwa saya dan Tarie mempunyai cita-cita yang sama, yaitu memiliki usaha sendiri.
Sering kami berdiskusi tentang jenis usaha apa yang akan ditekuni kelak. Mulai dari usaha pakaian, aksesories, sampai dengan usaha penyedia jasa. Kala itu, apa yang kami diskusikan masih seputar pencarian jenis usaha yang kira-kira mungkin untuk dicoba.
Seiring dengan berjalannya waktu, hubungan kamipun semakin dekat dan kebetulan saya juga sudah memutuskan untuk pindah ke Bandung. Tak lama waktu berselang, hubungan kami memasuki tahap yang lebih lanjut. Akhirnya kami berdua setuju untuk membawa hubungan ini ke tingkat pernikahan.
Beberapa waktu mendekati bulan pernikahan kami, Tarie mendapatkan ide untuk membuka usaha yogurt. Ide ini didapat setelah dia belajar dari orang Perancisnya sendiri tentang bagaimana membuat yogurt seperti yang ada di Perancis.
Setelah membahas hal ini lebih lanjut, akhirnya saya dan Tarie membulatkan rencana dengan merealisasikan ide Tarie tersebut. Saya mulai membuat-buat konsep bisnis, desain, dan pemasaran. Sedangkan Tarie berkonsentrasi pada produksi. Sambil terus melakukan pematangan rencana, Alhamdulillah niat kami untuk bisa menikahpun dapat berjalan lancar.
![]() |
| Nanami, puteri kami |
Seperti pasangan lainnya, memasuki dunia pernikahan seperti membuka lembaran baru dalam hidup. Begitupun dengan kami, belajar untuk saling memahami pasangan. Selain itu semua, pernikahan kami ini ternyata tidak hanya menyatukan dua individu yang berbeda, namun juga menyatukan dua cita-cita dengan visi yang sama.
Harus diakui, awal-awal usaha merupakan hal yang menantang. Kami mendatangi sejumlah toko, kampus, dan sekolah untuk menitipkan produk kami di tempat mereka. Alhamdulillah metode ini cukup berhasil Produk yogurt kami sudah bisa dijual dan mulai mendapatkan pelanggan.
Setelah beberapa lama, saya dan Tarie mulai berdiskusi lagi bagaimana caranya membesarkan usaha ini. Karena terus terang, menitipkan barang (konsinyasi) tidak selamanya menguntungkan. Ada saja barang yang harus diretur karena tidak terjual. Kami terus berdiskusi sambil mencari berbagai kemungkinan.
Dari berbagai kemungkinan yang ada, kami akhirnya memutuskan untuk mencoba membuka toko saja. Toh pada akhirnya kami akan menuju ke sana. Kenapa tidak dipercepat saja? Pikir kami.
Walau membuka toko boleh dibilang mempunyai resiko yang lebih besar, namun kami memberanikan diri untuk tetap melakukannya. Hitung-hitung belajar berbisnis sambil cari pengalaman. Alhamdulillah kami bisa menjalani dan melaluinya dengan baik. Belum bisa dibilang sukses ataupun mendapatkan untung. Tapi kami tidak merugi. Saya sendiri menilai toko kami cukup berhasil karena dari situ banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapati.
Sayangnya toko kami tidak bisa berjalan lama. Ini terjadi karena berubahnya prioritas hidup saya dan Tarie sebagai suami isteri--kami memutuskan untuk keluar dari rumah-mertua-indah, dan memulai hidup baru dengan pindah ke Jakarta.
Setelah segala urusan pindah selesai, saya dan Tarie kembali menjalani usaha yogurt. Berbekal keyakinan bahwa pangsa pasar di Jakarta lebih baik dibanding Bandung, kami mulai memasarkan kembali yogurt kepada warga Jakarta.
![]() |
| Rumah Yogurt |
Mengingat kondisi pasar dan kondisi kami yang berbeda, kamipun menyadari bahwa kami harus melakukan perubahan model bisnis. Setelah diamati dan dianalisa dengan baik, maka bisnis rumahan merupakan modell bisnis yang paling cocok bagi kami saat ini.
Alhamdulillah model usaha rumahan yang kami jalani kini telah berjalan dengan baik. Harus tetap diakui, bahwa usaha kamipun ada naik-turunnya, namun secara umum usaha ini cukup potensial.
Nah, begitulah kira-kira kisah perjalanan kami sebagai pemilik dan pengelola Rumah Yogurt. Oh ya, mengenai nama 'Rumah Yogurt'-nya sendiri diambil karena kami memulai segalanya dari rumah. Rumah Yogurt yang ada kini adalah rumah mungil kami yang dijadikan toko yogurt. Jadi, Rumah Yogurt memang bentuknya rumah betulan he..he..he..
Kami bisa dihubungi di nomor:
- 021 830-1694 (Fixed-Line)
- 0817-420-387 (Tarie)
- 0817-634-1498 (Aditya)
- 3005E156 (Pin BlackBerry Messenger)
atau melalui email di
Mari, mari, berkunjung ke rumah mungil kami dan nikmati lezatnya yogurt Délicieux :)
Salam hangat,
Aditya & Tarie
Salam hangat,
Aditya & Tarie




saya niar dari bogor.
ReplyDeletesaya tertarik sekali dengan cerita anda tentang usaha yoghurt,kebetulan saya juga ada keinginan untuk produksi yoghurt. tapi saya belum ada pengalaman sama sekali, boleh kan saya minta resep dan bimbingannya untuk produksi yogurt??
@Niar: Halo Mba Niar. Untuk permintaan Mba Niar tentang resep mohon maaf sekali kami belum bisa memenuhinya. Sedangkan untuk cara memproduksi yogurt bisa didapatkan di Internet. Salah satunya adalah di link ini http://www.makeyourownyogurt.com/.
ReplyDeleteDemikian Mba Niar, semoga membantu.
Salam,
Aditya