Merasa jenuh dengan rutinitas kantor yang digeluti hampir 4 tahun lamanya, mulai dari jam kerja pagi yang membuat lari terbirit birit, diomelin bos, pulang bermacet ria, hingga waktu bebas yang hanya sabtu dan minggu.
Mulailah bermimpi bagaimana mencari uang dengan cara berwirausaha dengan mencari usaha sampingan seperti berjualan baju, sepatu, aksesoris dan lain lain disela sela jam kantor.
Tapi entah kenapa bisnis ini menjadi pilihan yang tidak menarik, selain banyak pesaing juga marketing yang terbatas karena masalah waktu yang sudah habis di kantor.
Bertemu sebuah toko yogurt milik istri Bos saya yang berkebangsaan Eropa, hmmm tampaknya saya terinspirasi, sangat menyenangkan, bisa bersantai sekaligus mencari uang, sayang resepnya menjadi rahasia perusahaan yang sangat terjaga, jikapun ingin belajar yogurt dengan
Si empunya perlu merogoh kocek yang tak sedikit yakni ditawarkan hingga belasan juta rupiah, jadi lupakan saja tentang usaha yogurt ini dan terus mencari wirausaha yang lain lagi.
Hingga akhirnya nyemplung di usaha project Pengadaan dengan mendirikan sebuah CV , ah usaha seperti ini bagi saya sungguh sangat melelahkan, selain perlu modal yang cukup besar juga dipenuhi banyak tantangan seperti KKN , apalagi jika usaha dengan kliennya adalah sebuah instansi pemerintah.Capee dehh
Hingga suatu sore disaat lelah dengan segudang pekerjaan, dan diantarkan Seseorang yang beristri Bule juga, Pertolongan Tuhan datang tanpa kita duga, saat saya bercerita ingin belajar membuat yogurt , tanpa diduga Sang Teman dengan antusias berkata,"Saya bisa mengajarkanmu dengan syarat kelak kamu bisa memanfaatkannya dengan baik dan sungguh sungguh". Sore itu juga saya belajar, bahkan sang teman yang baik hati itu membelikan saya semua peralatan yogurt .
Sehari hingga beberapa bulan saya terus mengalami kegagalan, yogurt saya encer, terlalu asam, bahkan terlalu manis, tapi saya tidak menyerah hingga perlu waktu sampai 6 bulan bagi saya untuk belajar membuat yogurt yang baik, Saya pun menambah ilmu saya dengan belajar pada guru
Guru di NHI dan Chef hotel di bandung guna menyempurnakan rasa, menentukan komposisi, dan kombinasi makanan untuk yogurt, bagaimana menata hingga yogurt terlihat cantik. Akhirnya saya bisa bikin yogurt, tapi masalah berikutnya, akan diapakan kemampuan ini?? Apa saya akan terus bekerja ?
Akhirnya saya menikah, hingga saya memutuskan berhenti bekerja dan akan mendedikasikan diri untuk usaha saya sendiri. Saya beruntung dianugrahi suami dan keluarga yang sangat mendukung cita cita saya, Suami saya membangun impian usaha yogurt saya, mulai dari memfasilitasi ,mempromosikan , hingga menjual secara maksimal, Adakah yang lebih berarti bagi seorang istri selain mendapat dukungan dari suaminya??
Yaa, Alhamdulillah semuanya mulai berjalan sesuai rencana, dengan nama “ Rumah Yogurt “
Saya memulainya dengan Bismillah dan berharap kelak usaha ini akan menjadi Rahmat bagi banyak orang. Menyerap tenaga kerja, mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesehatan, juga menularkan semangat wirausaha bagi semua yang ada di sekeliling saya, dan yang terpenting adalah impian saya yakni bagaimana uang dan rejeki yang akan datang kerumah saya, tanpa saya harus mencarinya di luar sana
by Tarie Rumah Yogurt
0 comments:
Post a Comment